Tips Membuat Bayi Aman Berkendara

Tips Membuat Bayi Aman Berkendara

Jika sebentar lagi keluarga Anda kedatangan seorang bayi, maka penting bagi Anda untuk menyiapkan kendaraan yang ramah, nyaman, dan aman bila ditumpangi oleh bayi. Berikut Tips Membuat Bayi Aman Berkendara yang harus dipersiapkan untuk membuat bayi aman ketika berkendara:

Memeriksa kendaraan sebelum menempatkan Si Kecil di dalamnya

Pastikan Anda memiliki kendaraan yang memenuhi ketentuan keamanan standar. Jika hal tersebut telah terpenuhi, Anda juga sebaiknya melakukan perawatan rutin untuk memastikan bahwa kendaraan yang Anda gunakan dalam kondisi prima. Sebuah kendaraan yang terawat dengan baik akan tidak mudah rusak dan kecil kemungkinan mengalami kecelakaan. Anda juga sebaiknya menyiapkan peralatan bayi pada kendaraan Anda, seperti: tisu basah, popok ekstra, atau pakaian ganti yang bersih. Anda juga bisa memasang tikar karet pelindung di bagasi yang berguna untuk melindungi kendaraan supaya tidak kotor saat mengangkut kereta bayi atau peralatan bayi lainnya ke dalam mobil.

Memasang safety seat untuk Si Kecil

Tidak seperti hukum di Amerika Serikat yang sudah mengharuskan anak-anak dan bayi baru lahir duduk pada rear-facing car seat (tempat duduk khusus yang menghadap ke belakang), sampai setidaknya mereka berusia dua tahun, hukum di Indonesia belum menaruh cukup perhatian akan pentingnya car seat khusus untuk Si Kecil. Oleh sebab itu, demi keamanan Si Kecil, penting bagi Anda untuk memiliki sebuah car seat dan memasangnya dengan benar. Anda tidak perlu membeli yang paling mahal – karena harga yang mahal tidak selalu membuat barang tersebut menjadi semakin aman, namun pastikan bahwa car seat yang Mam beli pas untuk Si Kecil dan kendaraan yang Anda miliki. Mudah untuk dipasang dan disetel juga faktor lainnya yang bisa Mam pertimbangkan.

Menempatkan Si Kecil pada posisi duduk yang aman

Duduk di kursi bagian tengah dan belakang merupakan posisi duduk yang paling aman bagi Si Kecil. Sebuah studi menunjukkan bahwa 43% anak-anak yang duduk di kedua posisi tersebut tidak mendapatkan luka serius ketika mengalami sebuah kecelakaan, dibanding dengan mereka yang duduk dekat dengan jendela. Selain itu, Anda juga sebaiknya melarang Si Kecil untuk duduk di posisi paling depan. National Highway Traffic Safety Administration menganjurkan anak-anak di bawah 13 tahun untuk duduk di bagian belakang untuk menghindari resiko terluka ketika kantung udara (air bags) mengembang. Bahkan jika kendaraan Anda memiliki saklar on-off yang mengatur air bags tersebut, sebaiknya Anda tetap tidak membiarkan Si Kecil untuk duduk di depan. Dampak lebih buruk bisa terjadi apabila Anda menonaktifkan air bags pada sebuah mobil. Namun jika Anda tetap harus melakukannya (misalnya karena jumlah penumpang yang terlalu banyak), usahakan untuk menjauhi Si Kecil dari dasbor mobil.

Menggelapkan kaca jendela

Di beberapa lokasi, cuaca diluar yang ekstra panas dapat mengubah interior mobil menjadi tempat yang panas pula. Oleh sebab itu, beberapa ahli merekomendasikan untuk menggelapkan kaca jendela yang berguna untuk mengurangi rasa panas yang masuk.

Dengan semua kondisi dan perlengkapan yang sudah dipersiapkan sebaik-baiknya, Si Kecil dapat menikmati perjalanan dan anda tidak perlu lagi khawatir. Selamat bepergian!